Guruku... Alangkah besar pengabdianmu. Tanpa tanda jasa kau tetap setia mendidikku. Agar aku berguna bagi nusa dan bangsa.

Rabu, 23 April 2008

PUISI

IBU

Ibu...
Sungguh besar kasih sayang mu
Yang engkau berikan pada ku
Tanpa mengenal lelah
Engkau tetap tabah
Dalam mengasuh diri ku

Ibu...
Dari kecil aku diasuh
Sampai besar kau mendidik ku
Agar aku berguna
Bagi nusa, agama, dan bangsa

Ibu...
Setiap kasih sayang mu
Akan selalu ku ingat
Sepanjang hayat ku


MENCARI

Aku bingung
Aku termenung
Aku terdiam
Aku tercengang

Aku memandang
Aku mendengar
Aku menanti
Aku menjawab

Aku berbicara
Aku menyimak
Aku membaca
Aku menulis

Aku melakukan
Aku mengerti


BAHTERA KEHIDUPAN

Meraung-raung dalam sunyi
Mengubur riak-riak kehidupan
Belahan jiwa yang sekian lama
Memikat hamba untuk hidup kembara

Mari kita arungi bahtera hidup ini
Cepat namun gemulai

Hamba ingin anda terbang
Bersama hamba,
Membangun sebuah keindahan,
Mengarungi bahtera kehidupan

Seorang pencinta yang berkelana
Tak jelas arah dan tujuan
Memekik cinta yang bergemuruh,
Membadai, bercengkerama, meracau
Seperti burung kondor yang rindu
Bangkai-bangkai kematian

Hamba nyaris seperti mayat
Bergentayangan di siang hari
Diperbudak angan-angan


PERASAAN HATI

Kasih ...
Kenapa kau hadir
Saat aku membenci mu
Dan kenapa kau pergi
Saat aku menyukai mu

Kasih ...
Aku tidak mengerti
Dengan sang waktu
Yang selalu mempermainkan ku

Saat aku berlari mencari mu
Dia sembunyikan diri mu
Di balik batas waktu
Yang tak bisa ku lihat
Dengan kesayupan mata ku

Kasih ...
Seandainya kau hadir untuk ku
Jangan tinggalkan aku
Untuk melawan sang waktu
Hadir dan peluklah diriku


RELUNG JIWA

Bila malam yang sunyi mulai menghampirimu
Tanyakan! Masih adakah benih-benih kemusliman
Di pelantaran batinmu?

Bila datang subuh yang sejuk
Tanyakan! Adakah kesadaran dirimu
Untuk melaksanakan perintah-Nya?

Bila pagi yang tak berkabut menyapamu
Tanyakan! Adakah bunga-bunga kemusliman
Mekar di relung jiwamu?

Bila siang yang datang dengan cerah
Tanyakan, pada dirimu!
Siapkah engkau untuk berubah?

Bila angin berhembus menerpamu
Tanyakan, adakah rasa syukur!
Dalam hatimu atas rahmat dan nikmat-Nya


YANG INDAH

Aku berlari mengejar bayangmu
Yang tak mampu ku hilangkan
Dari ingatan ku
Yang selalu mengoda pikiran ku

Aku tatap mata mu
Yang indah seperti mutiara
Yang membuat ku tak berkedip
Melihat mu

Aku terus berlari mengejar
Diri mu

Biarkan aku dengan perasaan
Yang membara ini
Menjerit mengatakan
Aku suka kamu

Tapi aku tak mampu
Untuk mencintai dan memiliki mu


CINTA

Cinta...
Bersemi engkau dihatiku
Memberi kebahagiaan dan ketenangan
Di kalbuku

Cinta ...
Tanpa kau
Aku merasa hidupku
Semakin hampa

Cinta ...
Berilah aku
Selalu kebahagiaan dan kegembiraan
Setiap hari ku

Tidak ada komentar: